Senja sering terasa seperti babak akhir yang layak diberi ritual. Mulailah dengan memilih satu aktivitas sederhana yang dapat diulang—menulis beberapa kalimat, menyeduh minuman hangat, atau menyalakan lampu meja yang lembut.
Ritual tak perlu rumit; intinya adalah memberi bentuk pada transisi dari kesibukan ke suasana lebih hening. Pilih benda yang memiliki makna kecil bagi Anda, seperti buku favorit, pena yang nyaman, atau selimut ringan.
Waktu yang konsisten membantu ritual terasa lebih bermakna. Bahkan sepuluh menit dengan fokus yang sengaja dapat membuat sudut hari terasa tersusun, sehingga pikiran mendapat kesempatan untuk berhenti berputar tanpa tuntutan besar.
Jaga elemen ritual tetap sederhana dan mudah diakses. Siapkan ruang atau nampan kecil tempat menaruh barang, sehingga persiapan tidak menjadi halangan untuk melakukannya setiap hari.
Ritual senja juga bisa menjadi sarana eksplorasi kreativitas: menulis catatan tanpa menghakimi, membuat daftar hal yang menarik perhatian hari itu, atau menggambar sketsa ringan. Tujuannya bukan hasil, melainkan keselarasan momen.
Akhiri dengan tindakan kecil yang menandai penutupan, misalnya merapikan meja atau menutup lampu utama. Dengan begitu, setiap senja mendapatkan akhir yang terasa penuh perhatian dan lembut.

